Rindrianie's Blog

Terperosok

Ceraikan aku, secepatnya.

SMS itu singkat, padat, kiamat. Permintaan itu begitu to the pointmendadak, tanpa aba-aba atau peringatan. Mirip perintah komandan yang tidak menyisakan kenapa atau kapan selain harus segera dilaksanakan. Bagaikan perut yang sekaligus penuh tanpa tahu kapan mengunyah makanan. Seperti bercinta tanpa foreplay yang tiba-tiba selesai dan tetap melelahkan.  Sungguh menyebalkan.

Lelaki itu merapal caci maki dalam hati mencengkeram kemudi, ingin segera menemui perempuan yang rupanya tak lagi sudi menjadi istri. Jalanan gelap di depannya membuat benaknya yang sudah terlanjur muram semakin pekat. Dia tahu, alasan SMS itu terkirim padanya adalah karena perempuan itu akhirnya tahu dirinya memiliki perempuan lain. Tapi lelaki itu marah bukan karena itu, seharusnya dia yang membuang perempuan itu suatu hari nanti, bukan sebaliknya seperti ini. Dia kalah start!

Jalanan gelap seperti tak berujung semakin membuatnya murka, dia tidak boleh tersesat. Tapi kalau saja bukan karena SMS sialan itu, dia tidak akan mau repot-repot pulang semalam ini, lelaki itu bahkan lupa kapan terakhir kali dia menemui perempuannya. Maka jalanan tikus menyusuri hutan kecil di pinggiran kota, adalah pilihan terakhirnya untuk bisa sampai di rumah dengan cepat, tanpa terhalang macet Jakarta yang sudah seperti simulasi neraka.

Tiba-tiba roda kiri depan terpeleset, terperosok entah karena apa, tergelincir masuk pada semacam lubang. Detik berikutnya lelaki itu mengucap sumpah serapah meruah saat tak bisa melepaskankan mobilnya yang terlanjur terjepit tak bisa bergerak. Seberapa kuat pun lelaki itu menginjak pedal gas, si mobil seperti menertawakannya dengan bergeming tak bergeser se-inchi pun. Lelaki itu muntab, karena tak ada satu makhluk pun terlihat matanya di jalanan gelap ini, bahkan cahaya dari lampu mobil yang remang kini seperti memantulkan siluet-siluet menyeramkan.

Setelah mengintip jam tangannya yang menunjuk pukul 2 pagi, lelaki itu keluar mobil tanpa mematikan mesin. Saat itulah dia teringat sesuatu. Dulu, di jalanan ini dia pernah mencumbu malu-malu si perempuan yang minta bercerai dengannya itu. Jalanan yang sama, di dalam mobil yang sama. Nostalgi yang tiba-tiba muncul ke permukaan itu sanggup membuat lelaki itu merasa rindu pada perempuannya.

Mungkin aku kualat, terperosok di jalanan ini dengan mobil ini karena sudah mengkhianati perempuan itu, pikir si lelaki kemudian.

Tak lama dia mendengar deru mobil mendekati, senyumnya merekah, mungkin dia masih bisa mengubah keinginan perempuannya, mungkin dia bisa membatalkan permintaan perempuannya, dia akan menumpang mobil hingga ke jalan raya, untuk melanjutkan pulang ke rumah dengan taksi. Sebuah rencana yang sempurna. Permintaan maaf yang tulus bisa menaklukkan segalanya, bukan?

Lelaki itu berdiri di tengah jalan melambai-lambaikan tangan menghentikan mobil yang memang berjalan pelan-pelan. Dia melindungi matanya dari lampu depan yang menyilaukan hingga mobil itu kini betul-betul berhenti di depannya. Lelaki itu berjalan menghampiri sisi pengemudi, menyiapkan senyum terbaiknya untuk meminta tumpangan.

Dan di sana, perempuan yang tak ingin lagi menjadi istrinya duduk di kursi penumpang. Setengah telanjang dengan rambut masai, si perempuan mengecup pipi si pria pengemudi penuh cinta di depan si lelaki.

Sialan!

Note : 472 kata, cerita geje ini khusus ditulis untuk MFF prompt #28

0 Comments

  1. jampang

    waduh…. dua-duanya sama aja 😀
    ___
    serasi memang mereka bang he he

    Reply
  2. giewahyudi

    Ceritanya dewasa banget, dari prolognya sudah kelihatan, “Seperti bercinta tanpa foreplay yang tiba-tiba selesai dan tetap melelahkan”.
    Di ujungnya lebih dewasa lagi.. 🙂
    ___
    hihihi…iya nih mas Gie, entah kenapa tiba2 kepengen nulis begitu 😛

    Reply
  3. Milliyya

    Sadis juga ini kisah…
    Ckckck
    ___
    hehehehe…

    Reply
  4. lazione budy

    hahaha.., kurang ajar.
    sebuah sms memang bisa mempengaruhi emosi seseorang.
    ___
    hihihihi

    Reply
  5. monda

    kenaa deh.., satu sama
    ___
    Iya Bun, seri hehehe

    Reply
  6. Niken Kusumowardhani

    Haiiihhh… Segera urus surat cerai!

    Reply
  7. aritunsa

    hihi.. cerita dewasa ^^ *tutup mulut, eh tutup muka*
    aku kan masih kecil :mrgreen:

    Reply
  8. Rini Uzegan

    Loh ngapain cerei? kan udah satu sama… 😀
    ___
    hihihihi

    Reply
  9. sulunglahitani

    Ihiy, berasa bukan Mbak Orin inih yang nulis. Hehe

    yang bagian ini redundan (berlebihan) lho, mbak
    “bergeming tak bergeser se-inchi pun”
    bergeming menurut KBBI emang tak bergerak 🙂
    ___
    Iya Lung, dan sepertinya kapok ga mau nulis kayak begini lagi 😛
    Iya, aku tau bergeming itu diam, dan itu aku sengajain, iseng aja *halah* hahahah

    Reply
  10. Baginda Ratu

    Waduh! 1 sama! 😆
    ___
    🙂 🙂

    Reply
  11. jiah

    lap mana lap?
    tutup muka!!!
    ___
    walaaah, tutup mukanya pake lap toh? 😀

    Reply
  12. ditter

    Wah, nggak kebayang betapa jengkel dan marahnya si suami, haha….
    ___
    dia yg duluan sih ya hehehe

    Reply
  13. fannywa

    Seru menanti endingnya..
    ___
    hehehe…silakan mbak, bebas buat endingnya sendiri2 😀

    Reply
  14. Zizy Damanik

    Hah….
    cerita dewasa yaaa…
    ___
    qiqiqi…iyaa, agak2 dewasa ini emang *ngumpet*

    Reply
  15. Helda

    Hehe, satu sama lah, mending mulai dari kosong-kosong lagi, akurr 😀
    ___
    semoga ya mbak hehehehe

    Reply
  16. @brus

    Hmm… minta maaf..? malah Skak matt !! Syukurin … 🙁
    ___
    heuheu…kalo ga dicubit emang ga boleh nyubit ya om @brus 🙂

    Reply
  17. Ikakoentjoro

    Mbak Rin, itu si perempuan sengaja utk memanas2i apa gimana?
    ___
    Iya, keknya dia sengaja gitu deh mbak Ika hihihihi

    Reply
  18. bundaMaRish

    ngeeeeeeeekkkk.. padahal kukira bakal dibunuh tuh cowok

    *kejem amat yak*
    ___
    ish, ci bubun nih serem bgt bunuh2an segala 😛

    Reply
  19. liannyhendrawati

    skor sama ha ha.. 😀
    ___
    draw nih mbak hehehe

    Reply
  20. dian_ryan

    jleb tak menyangka endingnya seperti itu, ternyata satu sama 😀

    Reply
  21. abi_gilang

    Nggak mau kalah :mrgreen:

    Reply
  22. noichil

    udahlah ndak usah cerai. Kan udah tau sama tau x))

    Reply
  23. eksak

    Hootttzzz bener dah, ah! Hmmm

    Reply
  24. Ayu Citraningtias

    Aseekkkk.. sisi lain dari tulisan mbak Orin, ceritanya enak dibaca tapi gak berasa dewasanya.. #kabur

    Reply
  25. Tri Widy Astuti

    eits..ending yang tak tertebak. Cerita dewasa yang siip jeng orin

    Reply
  26. Lidya

    sama aja ya judulnya yang perempuan atau yang laki2 🙂

    Reply
  27. Teguh Puja

    Teh Oriinnn. Bisa aja ya bikin twistnya. 😀

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: