Rindrianie's Blog

The Old Guitarist

foto dipinjam dari www.pablopicasso.org

Lelaki tua itu datang lagi.

Mmm…sebetulnya aku tidak tahu kapan dia datang, seperti aku juga tidak pernah menyadari kapan dia pergi. Tapi dia selalu ada di sana. Berdiri mematung, sunyi membisu. Hanya matanya yang menatap lurus pada lukisan, seolah hanya lukisan itu satu-satunya hal di dunia ini yang harus dia lihat.

Penasaran, aku mendekatinya pelan. Tidak ada pengunjung lain di museum ini yang terlampau suka memandangi lukisan semacam demikian. Dan aku merasa pernah mengenalinya entah di mana.

“Wahai lelaki tua, apakah kau begitu menyukai lukisan itu?” tanyaku tanpa basa basi.

Lelaki tua itu geming, seperti tidak mendengar pertanyaanku, seolah tidak menyadari kehadiranku. Untuk beberapa saat aku berdiri salah tingkah, bingung apakah aku harus tetap menunggu, atau berlalu darinya dengan sedikit malu.

“Kau tidak menyukainya, anak muda?” jawabnya setelah aku hampir menyerah menunggunya bicara.

Aku tak bisa segera menjawab. Bukan, bukan karena pertanyaannya terlampau sulit, tapi karena suaranya yang … berbeda, seperti berasal dari kehidupan lain, bahkan aku tidak melihat bibirnya bergerak saat bicara. Ha ha. Aku sepertinya sedang sedikit gila.

“Aku menyukainya, tentu saja aku menyukainya,” jawabku akhirnya.

“Kenapa?” Aku menatap bibirnya yang -menurut mataku- masih tidak bergerak. Membuatku mulai bertanya apakah si lelaki tua ini memang seorang ventriloquis? Dan kenapa suaranya tidak seperti suara manusia-manusia yang biasa kudengar?

“Karena lukisan the-old-guitarist itu karya Paclo Picasso.” Siapa yang tidak menyukainya? Tambahku dalam hati.

“Begitu ya?”

“Memang tidak sefenomenal karyanya yang lain,” lanjutku. “Garçon à la pip, misalnya, yang terjual seharga $130.6 juta. Atau The Dream yang dianggap pelopor aliran Kubisme. Atau Guernica yang menjadi salah satu lukisan paling terkenal di dunia. Atau ….” Aku berhenti bicara. Jika berbincang tentang Picasso yang memiliki 20.000 karya selama hidupnya, obrolan kami tidak akan selesai hingga minggu depan.

Tapi rupanya si lelaki tua tidak suka akan jawabanku. Samar, bisa kulihat ekspresi datarnya berubah sedih. Kerutan di wajah tuanya semakin mengeriut. Bibirnya yang tanpa senyuman semakin melengkung ke bawah. Mata tuanya yang sayu semakin meredup.

Aku merasa bersalah. Sayangnya, tak ada penghapus yang bisa menghilangkan apa yang sudah terlanjur kuucapkan.

“Kau tidak mengenaliku, anak muda?” tanyanya pilu, seperti terluka oleh sesuatu entah apa. Suaranya masih terdengar aneh, bibirnya masih tidak bergerak, dan aku hanya bisa menggelengkan kepala pelan-pelan. Betul, aku merasa pernah melihatnya, tapi sungguh, aku tidak bisa mengenalinya.

Dia mengembuskan napas dalam, lelah. “Baiklah, bunuh diri atau tidak, menjadi lukisan atau tidak, rupanya tidak ada pengaruhnya buatku. Aku hanyalah lelaki tua pemetik gitar yang menyedihkan.”

Aku hanya membeliak tak percaya saat si lelaki tua itu memanjat perlahan, masuk ke dalam lukisan dan bergabung bersama dirinya yang telah lebih dulu memeluk gitar.

***

Note : 423 kata, ditulis untuk Prompt #87: The Old Guitarist

PS : Sedikit informasi, Picasso membuat lukisan The Old Guitar untuk menceritakan kematian teman dekatnya yang bernama Casagemas di tahun 1903 karena bunuh diri.

0 Comments

  1. jampang

    hiyyyyyyy…..

    Reply
  2. dani

    Aish Oriiin…

    Reply
  3. bukanbocahbiasa

    Pecaaaahhh!! Kompor gasss!!! *indro warkop mode on*

    Reply
  4. Febriyan Lukito

    Aihhhhhh…. Untung adegannya kebalikan dari Sadako.

    Reply
  5. alrisblog

    Keren.

    Reply
  6. Lia

    iiih serem, bisa masuk gitu kelukisan rin

    Reply
  7. Arman

    wah syaiton ya.. haha

    Reply
  8. ipah kholipah

    liat lukisan nya serem bangate ya mba 🙂

    Reply
  9. junioranger

    Surrealisnya cuma kerasa ddi akhir. Tapi ceritanya seperti yang sudah-sudah: BAGUS

    Reply
    1. Riga

      *komenku sama dengan Junior, Orin. 🙂

      Reply
  10. prih

    Oriiin, tak pernah kehabisan ide dan eksekusinya buaguss
    Selamat terus berkarya Orin.

    Reply
  11. mikekono

    postingan yang memikat
    salam kenal….

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Salam kenal. Terima kasih sudah berkenan mampir 🙂

      Reply
  12. Pakde Cholik

    Kaya imajinasi
    Tapi…bunuh diri itu sifat pengecut
    Salam sayang dari Jombang

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: