Rindrianie's Blog

Tiba-tiba Galau

Beuh…cuih pisan eta judulna nyak hahahaha ngumpet.

Jadi setelah belakangan postingan terbaru hanya berupa fiksi geje, izinkan saya datang dengan postingan curcol yang lebih tidak jelas lagi ya temans hihihihi.

Kegalauan saya bermula sekitar seminggu lalu, saat saya -entah apa pemicunya, kalau tidak salah sih karena sempat membaca sebuah informasi lomba- membuat (semacam) outline untuk novel. Outline ini konon bisa membantu para penulis pemula (seperti saya) untuk tetap on track dalam menulis (khususnya dalam menulis novel yang memang panjang), dan cara ini baru sekali ini saya lakukan. Sebelumnya, kerangka tulisan itu hanya saya simpan di kepala, dan susunannya -tentu saja- akan berubah-ubah sesuai mood saat saya menulis.

Nah, saya membuat (calon) novel ini terinspirasi kisah cinta seorang teman yang -menurut saya- terlampau drama, sehingga rasanya akan layak jika diabadikan menjadi sebuah novel roman *tsaaaah*. Sinopsis pun selesai saya tulis, prolog dan epilog, serta 19 bab di antaranya pun sudah selesai. Seluruhnya hanya 8 halaman, dan semoga bisa saya kembangkan setidaknya menjadi 150an halaman nantinya.

“Lantas? Galaunya kapan, Rin?”

Jadi begini temans, entah kerasukan apa *halah*, begitu si outline selesai, saya langsung menulis. Belum sampai seminggu, saya sekarang sudah sampai di bab 3. Terhitung cepat, karena target saya hanya 1 bab satu minggu. Permasalahannya adalah, meskipun karakter tokoh utama tidak saya ambil plek-plekan meniru teman saya tadi. Konflik maupun plot cerita pun saya belokkan ke kiri, saya putar ke kanan, saya pelintir ke sana kemari. Tapi ketika saya baca kembali, saya yakin, jika teman saya itu membaca, dia akan langsung berteriak “ini cerita gue yaaa??!!” *dan saya pun pingsan*

Begitulah temans. Saya pun galau meneruskan menulis draft ini. Mungkin (hanya mungkin lho ya) kegalauan saya akan berakhir jika saya berterus terang saja pada sang teman bahwa saya sedang menulis novel yang terinspirasi dari ceritanya. Tapi saya juga yakin, karena saya cukup mengenal baik teman saya itu, dia pasti akan keberatan dan menolak ide tersebut mentah-mentah. Meskipun tetap merahasiakannya (dan melanjutkan menulis) pun terasa sangat riskan, karena -sepertinya- akan merusak pertemanan kami.

Fiuh…jadi? Gimana? Entahlah..

Ya sudah, izinkan saya kembali bergalau ria ya heuheu. Have a great day, Pals 😉

0 Comments

  1. jampang

    kalau idenya udah lancar. ditulis aja… habis gitu pake nama pena yang belum pernah dipake. kan kemungkinan ketahuannya akan berkurang, teh 😀

    Reply
    1. omnduut

      Hahaha bener juga sarannya mas Rifki 🙂

      Reply
  2. abi_gilang

    Cobaan seorang novelis he he

    Reply
  3. bukanbocahbiasa

    Setuju ama bang jampang. Atau,tambahin konflik2 lain yg lebih drrraaammaaa

    Reply
  4. yantist

    Dilematis emang, Mbak. Heuheu… Dipelintir lagi mbak konfliknya. Jyaah… Semoga menemukan solusi terbaik untuk kegalauannya ya mbak. Semangat 🙂

    Reply
  5. bemzkyyeye

    Isshhhh.. Eta bkn cerita gw kan? Trs cerita gw nya mana? *eaaaa minta dibikinin cerita :p*

    Reply
  6. Arman

    coba tanya ama temen lu aja rin. siapa tau dia gak keberatan ceritanya dijadiin novel?

    Reply
  7. dizaz

    disini kan uda ditulis kalau inspirasinya si teman,
    sepertinya meminta izin sama dia jalan terbaik Kakak

    Reply
  8. nyonyasepatu

    Semangattttt 🙂 jangan galau lagi hehe

    Reply
  9. dey

    Gimana kalau ganti jadi kisah saya aja .. *hahaha … makin galau ya Rin 😀

    Reply
  10. Bibi Titi Teliti

    Oriiiin…
    ayo ceritain kisah hidupku ajaaa…aku mah gak bakal banyak protes geura…hihihi..

    Reply
  11. nurlailazahra

    ealaahhh….. jadi ceritanya bertindak tanpa banyak pertimbangan, nih, ya Teh? hihihi.. nanggung bgt udah jalan 3 Bab, ya diterusin ajalah atuh, atau kl nggak dari bab 4 selanjutnya, ceritanya bener2 diputar 360 derajat, hihi biar gak terlalu mencolok plek dr kisah sahabat 🙂

    Reply
  12. darsonogentawangi

    Lanjutkan…. jangan lupa bilang ke sahabat itu spt ini :
    “Ssttt…… ada kamu di novelku;)”

    Reply
  13. dani

    Sudah Riiin, kalo menurut gw tulis aja terus sampai selesai. Toh selama masa penulisan itu kan si temen bisa jadi akhirnya malah menertawakan kisah cintanya. Kalo ternyata masih terdrama ya pas bukunya selesai sih tinggal kasih tahu aja sama si temen dan minta dia jadi pembaca pertama. belom tentu juga kan dia keberatan? 😀 Toh gak tulis nama dia kan ya?

    Btw bagi dong outlinenya itu begimana cara bikinnya Riiin…

    Reply
  14. nh18

    Menurut saya nih …
    sebagai pembaca awam …
    saya tidak peduli apakah ini ceritanya si Anu … si Pulan … si Palun … si Wati kek … si Dewi kek … atau siapa …
    Yang penting jalan ceritanya saya nikmati … konfliknya saya cermati … pelajarannya saya serap …

    Dan lagi … emang yang jalan ceritanya begitu cuma dia aja apa … ? hahaha

    So … go ahead kalo kata saya mah …

    Salam saya Rin
    (27/1 : 6)

    Reply
  15. Vera

    Oriiinn pa kabar. Salut ih masi konsisten nulis.

    Reply
  16. Okti D.

    Salut sama rajin nulisnya…
    Coba ditambahin karakter baru mungkin bisa rada tersamarkan 😀

    Reply
  17. Mayya

    Diselesaikan saja, mbak Orinnnn….Nanti kan bisa ditulis “Terinspirasi dari kisah nyata” gitu ^__^

    Reply
  18. adit wani

    produktif mbak nulisnya…salut gw

    Reply
  19. Pingback: Novel Keroyokan | Rindrianie's Blog

Leave a Reply

%d bloggers like this: