Rindrianie's Blog

Tiga Puluh Enam Ribu (BTS)

*BTS => maksutnya “Behind The Scene” ya temans hihihi

Kejadiannya semalam, saat saya pulang kantor dan kemudian mampir di soto ceker pak Gendut langganan saya. Saya sedang menikmati semangkuk soto ceker tanpa nasi ditemani segelas jeruk hangat saat anak lelaki itu datang. Bajunya kumal, kulitnya kumal, rambutnya kumal, tatapan matanya kumal. Menengadahkan tangan meminta recehan. Saya selalu membawa banyak uang logam khusus untuk mereka, tapi saat saya mengambil uang itu di tas, anak lelaki itu berkata :

“Boleh minta makan saja, Bu?”

Reaksi pertama saya adalah kaget. Sudah se-berani itu ya anak ini meminta dalam definisi yang sebenarnya? (bukan meminta-minta lagi, tapi betul-betulΒ meminta). Tapi kemudian saya iya-kan, mungkin dia betul-betul lapar dan belum makan dari pagi, dan membelikannya makan akan jauh lebih berguna daripada beberapa keping uang logam.

Si anak lelaki kumal tentu saja senang saya mengabulkan pintanya, “Saya makan ber-empat ya, Bu. Bareng teman-teman.” Hah? Satu soto dimakan berempat? Β Lantas saya pun memesan 4 nasi, 2 soto, dan 4 air mineral gelas. Untungnya mbak pemilik warung cukup baik membiarkan anak-anak kumal itu duduk di kursi seperti pengunjung lain, dan melayani mereka sama baiknya. Mereka makan dengan tertib dan gegap gempita berterima kasih saat saya pulang duluan.

Begitulah, maka saat saya melihat foto nota pembelian yang dijadikan prompt kali ini, saya pun teringat anak-anak itu, sehingga menulis si Tiga Puluh Enam Ribu itu :).

Oh iya, saya menuliskan ini bukan untuk pamer-riya-menyombongkan diri dan semacamnya, saya hanya menjawab pertanyaan seorang teman yang tak mau disebutkan namanya halah πŸ˜›, dari mana saya memiliki ide saat menulis fiksi. Maka inilah jawaban saya, bahwa apapun bisa menjadi sumber inspirasi. Β Tidak perlu mencari ide yang cetar membahana badai aneh bin ajaib, atau njelimet neko-neko nyeleneh amit-amit, cukup perhatikan saja semesta yang ada di sekeliling kita, bisa kok dijadikan ide cerita tanpa harus memplagiat karya orang lain tsaaahhh….belagu Indonesia raya pisan ya eike πŸ˜›.

Ya sudah, begitu saja ya πŸ™‚

0 Comments

  1. Idah Ceris

    Waaah, dugaanku benar.
    Tulisan yang tadi memang ada kronologinya. . .

    Tapi idenya memang cetar membahana badai aneh bin ajaib koq, Teh. . . πŸ™‚
    ___
    hehehe…begitulah Dah πŸ˜›

    Reply
  2. titi esti

    Ah… cukup memperhatikan dan menjadikan ide itu lhoooo Riiin.. yang enggak setiap orang bisa melakukan. Dirimu memang istimewa kok.
    ___
    Duh…hatur nuhun ya Teh *speechless*

    Reply
  3. junioranger

    Merinding. .. MEMANG CETARRRR MEMBAHANAAAAA BADAAAAAI. Teruskan mbak πŸ™‚
    ___
    hahahahaha…tengkyu Jun πŸ˜‰

    Reply
  4. Chef Internasional

    Tak salah jika ibu ditunjuk menjadi Desk Officer Cerpen
    Saya belum mbuat cerpen,Bu.
    Salam hangat dari saya
    ___
    heuheuheu…semoga bisa menjaga amanah Pakdhe^^

    Reply
  5. monda

    ide bisa sama tapi gocekannya Orin memang istimewa ….
    ___
    mihihihi, jd kyk tukang sepak bola nih aku Bun πŸ˜€

    Reply
    1. LJ

      iya kak.. gocekennya Orin itu loh.. makin lihai.

      paling suka saat si kakak bilang: β€œAku mau beli shampo aja, Dik. Biar kita bisa keramas.”

      top!
      ___
      baca komennya eMak jd kepengen belajar sepak bola qiqiqiqi

      Reply
  6. mamayara

    Suka dengan ide dari pengalaman sendiri dari pada imajinasi.. lebih sesuatu.. #eh syahroni lagi… cettaaarrrr.. πŸ˜›
    ___
    seringkali pengalaman sendiri itu tetap harus ditambah imajinasi sih mamayara hihihihi

    Reply
  7. nh18

    Tidak perlu mencari ide yang cetar membahana badai aneh bin ajaib, atau njelimet neko-neko nyeleneh amit-amit, cukup perhatikan saja semesta yang ada di sekeliling kita,

    Setuju banget Oriiinn …

    Dan tak usahlah kita “too worry” dengan bahasa nyastra …:)

    Salam saya Orin

    (but ini pendapat pribadi lho)
    ___
    Sepakat Om, kata-kata sederhana terkadang jg powerful kok, terlalu nyastra malah sulit dimengerti nantinya hihihihi

    Reply
  8. Wong Cilik

    menurut saya, kisah diatas itu contoh bentuk bantuan yang tepat sasaran … salut teh …
    tentang ide, saya sepakat, asal kita peka dengan kondisi di sekitar kita, ide itu melimpah …
    ___
    Iya Wong, ide sederhana jg bisa dijadikan tulisan yg oke kan ya πŸ™‚

    Reply
  9. Arman

    kasian ya rin anak2 itu… πŸ™
    ___
    Iya mas, ada yg masih kecil bgt, mgkn baru 5 tahun-an πŸ™

    Reply
  10. della

    Rin, kok tatapan mata kumal, sih? *kumat reseknya*
    Bagus kalau minta makan, dan menurut gue juga emang lebih bagus gitu, karena uang mereka kan, bakal dipalak. Di kampus dulu juga ada tukang minta-minta gitu dan selalu dikasih roti sama temen gue, eh dibuang dong rotinya. Sombong sungguh. Tapi hebatnya temen gue tetep aja ngasih roti tiap ketemu, sampai akhirnya tu pengemis yang balik badan dan kabur setiap ngliat temen gue, hihihi…
    Inspirasi emang bisa didapat dari mana aja, dan paling banyak emang dari jalanan πŸ™‚
    ___
    Iyeeee…gw ngerti kumal itu ga bisa buat tatapan mata, tapi biar keren aja gitu lho Del *halah* qiqiqiqi. He-eh, jalanan emang gudangnya inspirasi ya.

    Reply
  11. rina

    jadi keingetan dulu waktu kantor masih di sudirman banyak ketemu anak2 seperti ini klo lagi makan siang, pernah ada temenku yg traktir mereka, besok2nya ketemu lagi mereka pada rebutan cium tangan hehehe… sampai temenku grogi diliatin orang…..
    ___
    waduh? aku jd waswas nih mba hihihi

    Reply
  12. Lyliana Thia

    Sukaaa sama ceritanya Orin yg 36rb..
    Jadi maluuu…
    ___
    Sama mbak, aku jg malu πŸ™

    Reply
  13. octarezka

    ide itu memang dmana-mana mb,
    tpi tkdang bingung mrangkai ny..,he he
    ___
    hai Reeeez, kemana ajaaa? *cipika cipiki kangen*

    Reply
  14. bundamuna

    kalo ini bukan masalah ide teh.. tapi lebih ke faktor penulisnya.. klo kayak teh Orin mah emang udah dari sononya berbakat, jadi ibarat cuman ada orang lewat di depan teteh sambil senyum aja pasti bisa disulap jadi tulisan yg apik πŸ˜›
    ___
    eh? jadi aku nih pesulap apa penulis Na?

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: