Rindrianie's Blog

Wahai Ide, Dimana kah Engkau Gerangan?

Hihihi…cuih pisan yak judulnya 😛

Setelah menulis cerbung untuk K3W bersama Rezka dan Wulan, kemudian dilanjutkan menulis sebuah dongeng (yang agak-agak sadis hihihi), saya pun (kembali) mengakui bahwa menulis adalah sebuah proses panjang yang tidak mudah. Setidaknya bagi saya yang masih amatir.

Saat menulis fiksi, biasanya saya memang berimajinasi liar (halah…), silahkan cek kategori “Fiction” di sidebar untuk mengintip seliar apa imajinasi saya ya *lah…kok malah promosi? hahahaha.

Akan tetapi, ketika imajinasi itu ‘dibatasi’ oleh ketentuan-standar-syarat-peraturan-deadline tertentu (karena diikutkan dalam sebuah lomba/kontes), sang imajinasi tersebut ternyata tidak bisa se-liar biasanya. Hiks…

Dalam menulis cerbung misalnya, karena ini ditulis oleh 3 orang, yang tentunya memiliki banyak dan berbagai perbedaan dalam menulis, kami masing-masing harus mencari ‘benang merah’ yang akan tetap mejadikan cerita tersebut mengalir dalam satu kesatuan, walaupun ditulis dengan style, sense dan taste berbeda, bukan? (hadeuuuh…. bahasa gue, sotoy pisan :P).

Berbeda lagi dengan menulis cerita anak. Saya betul-betul merasa tertantang untuk membuatnya. Kenapa? Karena saya sudah lamaaaaaa sekali tidak membaca dongeng atau cerita anak, saya pikir menulis sesuatu yang tidak (belum atau jarang) saya baca akan sangat sulit sekali. Dan betul saja, proses menulis “Kisah Tiko dan Cici” berjalan bagaikan siput keseleo, dengan hasil akhir yang sama sekali tidak memuaskan saya. Walaupun tetap saya apresiasi dengan baik, serta berani mati tetap mendaftarkannya ikut lomba he  he.

Pengalaman-pengalaman tersebut, membuat kekaguman saya pada para penulis semakin meninggi. Mereka-mereka yang seolah tidak pernah kehabisan ide untuk dituliskan. Mereka-mereka yang tetap konsisten menulis, walaupun apapun. Mereka-mereka yang berkomitmen kuat untuk menjadi penulis. Salute!

Kenapa judul postingan ini berbunyi demikian? Karena saya ‘ditantang’ lagi untuk menulis bertema pernikahan dini oleh AbiSabila, masih ada waktu 2 hari untuk submit, tapi ya itu tadi, saya tidak punya IDE. Saat saya menikah tahun lalu, usia saya hampir 29 tahun! Sama sekali tidak termasuk kategori pernikahan dini, dan tidak bisa dijadikan referensi saya dalam menciptakan sebuah cerita. Sehingga saya harus mencari ide, atau sudut pandang lain. Tapi dimana? Bagaimana? Arrrggghhhh….

Mmm…hanya ingin menyemangati diri sendiri saja mungkin.                                                                                                                                           Semangat ya Riiiinnnn! 😉

Cheers, Pals..

0 Comments

  1. nia/mama ina

    kadang klo lagi diburu waktu emang ide suka kabur entah kemana hehehe….tapi dongeng tiko dan cicinya bagus koq..aku seneng bacanya….

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Betul Mba Nia, padahal itu mah dalih aja ya, biar ga nulis hihihi…

      Reply
  2. mida

    Kalo ‘ditodong’ biasanya si ide malah jadi mogok ya? Hehehe…

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Iya Mid, lgsg mandek hihihihi…

      Reply
  3. monda

    Iya si ide itu susah banget nangkapnya, apalg fiksi, nyerah banget deh.

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Begitulah Bun… saya pun menyerah sepertinyah 😀

      Reply
  4. 么么 PUTRA TAPSEL 么么

    Mw blg apa ya hmm m m
    lam kenal aj dueh hehehe maaf dah orat oret

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Nah yaa…suka orat oret di tembok hihihi… Terima kasih bang Syahril sudah berkunjung..

      Reply
  5. shaleh

    mungkin idenya lagi jalan2, jadi tungguin aja pasti datang lagi koq, xixixi
    TabiK

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Huhuhu….aku ga diajakin jalan2 *lho?* hihihi…. Terima kasih sudah mampir mas 😉

      Reply
  6. Lidya

    blank deh kalau sekarang harus nulis lagi 😀

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Iya nih Mama Cal-Vin… udah kosong melompong kalo akhir bulan ginih *ngeles :P*

      Reply
  7. Gaphe

    kadang Ide itu muncul kalo udah dalam kondisi tertekan.. yaa misal ada lomba gnian, trus sibuk2 cari ide..

    hehe.. ini ide nakal sih, biar banyak ide yang tertuang, sering-sering aja ditekan. *halah

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Kadang dia malah kabur jg mas Gaphe, ihiks.. kata si ide :tangkap daku kau ku kejar 😛

      Reply
  8. jasmineamira

    waaaaa semangat, mbaaaakk!!
    ide bisa didapat dari mana aja sebenernya.
    tapi tergantung keadaan dan mood juga *kalo saya. hahahaha 😀

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Uhuk…sepertinya diriku menyerah aja Put *ngumpet di pojokan*

      Reply
  9. ethie

    Haii.. aku di sini lhoooo.. Hehe..
    Jadi ikutan nggak nih? 😉

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Heuheu…skip dulu sepertinya mba, sudah mepet beginih 🙁

      Reply
  10. bintangtimur

    Hohoho…ternyata pemilik posting yang dibikin dengan sangat santai ini, pernah kekurangan ide yaaa!

    Tulisannya seger banget, saya yakin, sekarang idenya pasti udah dapet. Ssst, Orin punya temen yang nikah muda?
    Itu aja yang dijadiin bahan cerita 😉

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Waah… bukan kurang lg bu Ir, tapi ga punya ideeee, huhuhu… *nangis guling2*

      Reply
  11. Nchie

    Setujuu Rin..
    Ide terkadang tidak bersahabat dengan kita..
    Apalgi kalo di buru2..tidaaak..!!

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Iya Teh, pdhl pgn ikut, tapi lieur hehehe…

      Reply
  12. Prima

    Banyak banget ya lomba/kuis akhir2 ini, sampe kelabakan… *sok mau ikut semua sih

    Reply
    1. Orin (Post author)

      hihihi…. iya ya, terkontaminasi banci kontes 😛

      Reply
  13. advertiyha

    Justru deadlinelah yang memantik ide kita neng cantik.. 🙂
    aku gitu,, hehehe.. *sok punya ide aja iyha*
    eh, nulis pernikahan dini? semangattttt!! aku mendukungmu.. 🙂

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Wew…itu deadline-nya kmrn mba, garisnya udh mati beneran hihihi…

      Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: