Rindrianie's Blog

I Wanna Grow Old With You

I wanna grow old with you, manis sekali ya kalimatnya. Adakah yang tahu lagu ini? Mungkin tidak terlalu banyak yang tahu ya, Westlife lho yang nyanyi (lah terus kenapa Rin kalau Westlife yang nyanyi? ha ha).

Tapi, tapi, kalau film animasi UP tahu dong pasti?

Image result for film up

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yup! lagi I wanna grow old with you itu adalah semacam soundtrack film itu. Lirik lagunya betul-betul  manis, semanis cinta Carl Fredricksen pada Ellie yang telah disukainya sejak mereka kecil, hingga kemudian Ellie pulang terlebih dulu dan meninggalkan Car berpetualang dengan si bocah Russel, dan kelanjutan ceritanya sudah tahu lah ya. Kalau belum nonton, gih buruan nonton, bagus lho, di awal cerita saja sudah dibikin nangis hihihihi.

Kembali ke lagu I wanna grow old with you, pasangan Carl dan Ellie mengingatkan saya pada pasangan Pak SBY dan almarhumah Ibu Ani. Dan tentu saja, Pak Habibie yang kini telah bersama dengan kekasih hati sejatinya Ibu Ainun. Membuat saya percaya, cerita cinta Carl dan Ellie di film UP, benar-benar bisa terjadi di dunia nyata yang kita tinggali sehari-hari ini.

Tapi kemudian juga membuat saya berpikir berandai-andai, jika saya pulang duluan, apakah suami saya bisa seperti Eyang Habibie? Atau, kalau suami saya yang pulang duluan, apakah saya juga bisa setia sepanjang hayat hanya mencintainya hingga kami dipertemukan lagi di surgaNya kelak?

Errrr, saya mengerti kenapa berandai-andai itu sebaiknya memang tidak dilakukan ya? ha ha. Sudahlah, lupakan saja. Mari kita nikmati saja hari ini, seraya meresapi puisi Eyang Habibie saat Ibu Ainun meninggal, juga lantunan lagu I wanna grow old with you ini.

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan, kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan calon bidadari surgaku.

-Bacharuddin Jusuf Habibie-.

Leave a Reply

%d bloggers like this: