Rindrianie's Blog

Why did you cry?

Seorang sahabat saya terlibat masalah serius, but  she as a tough woman I ever known, indeed. Maka saat melihat beliau menangis, saya sungguh terkejut beberapa saat, dan pertanyaan spontan saya berikutnya adalah “Hey, why did you cry?”

Sahabat saya ini tidak sanggup menjawab dengan cepat. Memilih diam. Lantas memberitahu saya by email apa yang telah membuatnya menangis beberapa menit sebelumnya.

Saya tidak ingin membahas sahabat dan masalahnya itu disini. Saya hanya begitu terinspirasi saat melihatnya menangis. Walaupun sebetulnya bukan pertama kalinya saya melihat beliau menangis, tetap saja, saya merasa tidak percaya sesosok pribadi kuat seperti beliau, mampu untuk menangis. Padahal, bukankah semua orang bisa, dan bahkan berhak menangis?

Saya juga tidak bermaksud menganalisa kenapa, apa atau bagaimana kita  bisa menangis. Yang ingin saya pelajari sekarang, adalah bahwa sebagai manusia, kita telah diberi ‘potensi’ untuk sanggup menangis.

Setiap bayi yang terlahir ke dunia pasti menangis bukan? Tapi dalam perjalanan hidup kita, seringkali menangis menjadi tabu bagi mereka yang berjenis lelaki, dan bahkan saya masih terkejut saat sahabat perempuan saya ini menangis, hanya karena saya mengenal beliau wanita kuat (dalam kasus menonton film drama misalnya, saya menghabiskan berlembar tissue karena terharu atau sedih, dan beliau tidak menitikkan air mata sedikit pun).

Kesimpulannya adalah, saya tidak boleh lagi menganggap bahwa kegiatan menangis adalah milik sebagian orang tertentu saja, tetapi merupakan aktivitas semua manusia.

So, “why did you cry?”. Maybe the answer would be : “Because I am a human being”. 😀

Leave a Reply

%d bloggers like this: