Rindrianie's Blog

Ya sudahlah..

Ketika mimpimu yg begitu indah,
tak pernah terwujud..ya sudahlah
Saat kau berlari mengejar anganmu,
dan tak pernah sampai..ya sudahlah (hhmm)
*reff:
Apapun yg terjadi, ku kan slalu ada untukmu
Janganlah kau bersedih..coz everything’s gonna be OKAY

Sejak pertama kali mendengarnya di radio, saya menyukai lagu ini, belakangan saya baru tahu bahwa yang melantunkannya adalah Bondan Prakoso feat. Fade 2 Black. Lagu easy listening yang dipadu-padan dengan sentuhan rap. Tapi lagu ini ‘biasa’ saja kategorinya bagi saya, sebelum -secara mengejutkan- seorang teman (yang biasanya bukan penikmat musik lokal) meminta MP3 lagu ini.  Dan setelah saya menyimak kalimat demi kalimat lirik lagu ini, saya pun bisa mengerti kenapa teman ini menyukainya, lagu sederhana bermuatan makna yang dalam. Terlebih lagi, saat lagu ini telah berhasil ‘menolong’ saya, sehingga saya merasa harus berterima kasih untuk lagu ini.

Beberapa hari yang lalu, saya mengalami sebuah kekecewaan yang teramat sangat, sakit hati yang memerihkan jiwa, dan kesedihan yang mendalam (aih…. lebay pisan ya he he :P). Tapi faktanya memang demikian, saya bertanya kenapa entah pada siapa, dan bahkan merasa diperlakukan tidak adil oleh hidup.

Lantas, saat mengendarai motor saya dalam keadaan terpuruk itu, terputarlah lagu ini dari radio yang sedang saya dengarkan.

Ketika mimpimu yang begitu indah => Yes, I am a dreamer. Saya memiliki begitu banyak mimpi..

tak pernah terwujud => tidak bisa tidak, tak semua mimpi-mimpi itu bisa saya wujudkan..

ya sudahlah => ya sudahlah… kenapa tidak mencari dan menemukan mimpi baru?

Saat kau berlari mengejar anganmu => ketika semua daya upaya dan saat segala doa telah terpanjat..

dan tak pernah sampai => mungkin karena caranya kurang tepat, mungkin karena jalannya yang belum benar

ya sudahlah => bukankah ada kepantasan untuk segala sesuatu? dan ada waktuNYA yang tepat untuk semua peristiwa?

Kaca helm saya mengembun karena saya menangis..

Apapun yang terjadi, ku kan selalu ada untukmu

Janganlah kau bersedih… cause everything’s gonna be okay.

Saya harus menghentikan motor saya di pinggir jalan, dan tak sanggup melanjutkan perjalanan untuk beberapa saat.  Kalimat-kalimat berikutnya saya simak dengan seksama, dan mengendapkannya dalam hati dan pikiran saya.

Bukankah akan selalu ada seseorang (pasangan hidup, orang tua, sahabat) dan Beliau Yang Maha Mengasihi yang selalu ‘ada’ untuk kita?

Memang saya sendirian saat itu, tapi bukankah saya selalu ditemani ‘saya’ yang berada dalam jiwa saya? Dan seolah lagu itu dinyanyikan oleh ‘saya’ yang mengejawantah lewat suara Bondan&Fade2Black, untuk menenangkan-menghibur-membujuk-meyakinkan saya, bahwa sesungguhnya setiap kesulitan selalu didampingi dua kemudahan, bahwa tak ada persoalan sepelik apapun yang ditimpakan pada seorang hamba yang diluar kemampuannya, bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Fiuh… saya tahu Tuhan selalu punya cara menyampaikan kasih sayangNYA dalam bentuk yang tak terduga, dan saya sadar kali ini ‘sentuhan’ itu tersampaikan lewat sebuah lagu! Mengingatkan saya pada Santiago dalam novel Sang Alkemis-nya Paulo Coelho, bahwa ada berbagai ‘pertanda’ hidup yang seringkali kita lewatkan begitu saja karena ‘bentuk’nya yang sepele dan cenderung tidak penting.

Ya sudahlah… Hidup terus berjalan sampai waktunya detik itu dihentikan untuk kita oleh Beliau Sang Penggenggam Segala. Dan bukankah saya hanya diharuskan untuk berusaha dan bukan untuk berhasil? Karena dengan demikian saya tidak pernah lupa, bahwa saya hanyalah seorang hamba.

Photo note :

Pepasir di pegunungan Bromo menuju tangga nirwana. Begitu banyak jejak disana -sepatu, motor, tapal kuda, mobil, bahkan kaki tanpa alas.  Yang akan hilang tak berbekas saat angin menyapunya..

Leave a Reply

%d bloggers like this: